Showing posts with label Makroekonomi. Show all posts
Showing posts with label Makroekonomi. Show all posts

12/2/12

Capaian ASEAN Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Pada tanggal 12 Juli 2012, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) telah menyampaikan laporan ASEAN Economic Community Blueprint Mid-Term Review kepada negara anggota ASEAN. ERIA merupakan lembaga kajian yang didanai secara bersama oleh negara anggota ASEAN, Jepang, dan beberapa mitra wicara lainnya, yang bertugas melakukan kajian dan menyampaikan rekomendasi mengenai integrasi ekonomi di Asia Timur, termasuk mengenai implementasi Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA).
Dalam laporannya, ERIA memberikan hasil kajian terhadap 4 (empat) pilar KEA, yaitu (i) Pasar Tunggal dan Basis Produksi; (ii) Kawasan Ekonomi yang Berdaya Saing Tinggi; (iii) Kawasan dengan Pembangunan Ekonomi yang Merata; serta (iv) Kawasan yang Terintegrasi Penuh dengan Ekonomi Global.
ERIA menilai terdapat kemajuan substansial dalam proses menuju KEA 2015, antara lain:

1.    Dalam liberalisasi tarif, negara-negara ASEAN-6 (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) telah menerapkan tarif masuk 0% sementara Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam mesih menerapkan tarif rata-rata 2,6% pada tahun 2010;

2.    Dalam fasilitasi perdagangan, 5 (lima) negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, telah siap untuk mengimplementasikan National Single Window (NSW) pada pelabuhan dan bandara utama pada tahun 2015;

3.    Iklim dan fasilitasi investasi di ASEAN telah menunjukkan perbaikan dalam 2 (dua) tahun terakhir. Tingkat liberalisasi investasi di ASEAN sendiri telah melampaui 75%;

4.    ASEAN telah on track menuju pembentukan ASEAN Single Aviation Market.

5.    Kemajuan-kemajuan yang telah dicapai tersebut selayaknya dibarengi dengan integrasi yang lebih dalam dengan negara-negara mitra ASEAN, seperti India dan Asia Timur (RRT, Jepang, dan Republik Korea) melalui pembentukan Free Trade Area (FTA) ASEAN+6 (RRT, Jepang, Republik Korea, India, Australia, dan Selandia Baru).

6.    Integrasi yang lebih dalam dengan negara-negara mitra ASEAN tersebut dapat berkontribusi pada terpeliharanya sentralisasi ASEAN. Adanya inisiatif integrasi yang lain, seperti China-Jepang-Korea FTA atau Trans-Pacific Partnership berpotensi menyaingi KEA dalam upaya pembentukan arsitektur regional yang bersentralkan pada ASEAN. Untuk itu, ERIA menyarankan ASEAN segera menyusun kerangka implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership untuk menjadi model bagi ASEAN dalam membangun arsitektur ekonomi di kawasan.

7.    Sejumlah langkah yang dapat diambil ASEAN antara lain: meningkatkan fasilitasi perdagangan, investasi, dan transportasi; memajukan liberalisasi investasi dan jasa; memajukan realisasi pilar ketiga Cetak Biru KEA (kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata) khususnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); memperdalam integrasi ASEAN dengan Asia Timur sekaligus memastikan sentralitas ASEAN; serta membangun kerangka dasar bagi terciptanya pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif dan dinamis.

8.    Khusus mengenai Indonesia, ERIA menyarankan sejumlah langkah strategis yang harus ditempuh, yaitu meningkatkan fasilitasi investasi dan perdagangan; memperkuat Standar Nasional Indonesia; meningkatkan investasi dan alih teknologi di sektor pertanian; memperbaiki infrastruktur transportasi nasional; serta memperluas akses UMKM terhadap modal, teknologi, dan pasar.

9.    Berkenaan dengan hasil kajian dan saran ERIA tersebut, ASEAN, khususnya Indonesia, harus dapat melakukan persiapan internal secara matang dalam rangka implementasi Cetak Biru KEA 2015. Partisipasi pada KEA bagi Indonesia tidak hanya untuk memenuhi komitmen regional tetapi juga sebagai upaya strategis dalam mengantisipasi dan menanggapi dinamika ekonomi di Asia Timur dan India. (RYM/DPOK)
Source : http://www.setkab.go.id

11/17/12

Mega Proyek Menuju Indonesia Putih

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/853/Galih%20Adi%20Prasetyo.html


10 MEGA PROYEK MENUJU INDONESIA PUTIH
Ngotak-ngatik hukum untuk para koruptor itu sih luar biasa tapi kadang-kadang hasilnya biasa-biasa saja. Kenapa dibilang biasa? Terlalu banyak hambatan yang ditemui ketika KPK harus mengusulkan sistem baru untuk membuat usulan putusan pidana. Nah, meskipun tugas-tugas penetapan hukuman seperti ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab ketua KPK tapi saya punya cara lain untuk memberantas korupsi. Solusi ini bukan semata-mata meringankan para pelaku tapi cara yang saya ambil ini lebih kepada menyelesaikan permasalahan dari hulu. Sebuah proyek yang mungkin belum terpikirkan oleh ketua-ketua KPK yang terdahulu. Tapi inilah proyek yang akan saya jalankan kelak ketika mengemban tugas sebagai ketua KPK.

10 MEGA PROYEK MENUJU INDONESIA PUTIH


1.    STKPK (Sekolah Tinggi KPK)
Setelah sukses dengan peluncuran modul antikorupsi untuk pelajar dan mahasiswa dan disusul juga dengan peluncuran buku seri anak “Tunas Integritas” maka untuk program berkelanjutan, saya ingin mendirikan Sekolah Tinggi KPK. Sekolah tinggi ini dirancang dengan konsep yang berbeda dengan sekolah tinggi lain. Porsi pendidikan moral diberikan sedikit lebih besar dibanding dengan pendidikan akademiknya. Selain itu, fokus program studi yang disediakan adalah program studi yang dibutuhkan oleh KPK. Dimana setiap program studi ini wajib memberikan mata kuliah terkait seperti hukum korupsi, pendidikan kewarganegaraan, dan mengenai auditing menjadi mata kuliah mutlak yang harus dicapai dengan nilai “A” sebagai syarat kelulusan. Dengan demikian, lulusan dari STKPK diharapkan mampu menyelesaikan masalah korupsi meskipun mereka berasal dari program studi yang berbeda-beda.


2.    Hipnotest
Kalau perekrutan karyawan biasanya hanya melewati tes psikologi, tulis, dan lain sebagainya maka kali ini saya akan menerapkan sesuatu yang berbeda dalam perekrutan jajaran-jajaran KPK. Kali ini akan ada “Hipnotest”. Bagaiamana test ini berjalan ? simpel saja, test ini mirip seperti hiburan dalam acara hipnotis di TV. Calon anggota KPK akan di hipnotis dan akan diwawancarai dalam keadaan di bawah alam sadarnya. Dari sini kita akan tau bagaimana kedepannya ketika mengemban tugas di KPK dan kita juga bisa menanamkan sugesti kejujuran. Tapi hipnotest ini tentu akan diberi batasan-batasan informasi terkait masalah pribadi calon anggota.


3.    D-Test (Drama Test)
Drama test yang saya terapkan ini lebih mengarah kepada praktik langsung dari kemampuan calon anggota KPK dan juga anggota KPK dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Saya akan menunjuk beberapa jajaran terkait pengembangan sumber daya manusia untuk melakukan suatu simulasi kerja KPK. Tapi simulasi ini berbeda dengan simulasi kerja yang lain. Simulasi ini dilakukan secara rahasia. Mekanisme D-Test ini akan mencoba menjembak calon anggota dan anggota KPK dalam suatu situasi yang bisa menyudutkan mereka atau yang bisa memancing para calon anggota dan anggota ini kedalam situasi yang memungkinkan dilakukannya korupsi. Dari sini kita bisa melihat apakah calon anggota dan anggota KPK ini layak bekerja di gedung KPK atau tidak.


4.    DLA (Display Lalu Lintas Anggaran)
Terinspirasi dari PNPB Online, SPAN (Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara), dan juga MPO (Model Pelaporan Online) maka saya akan membuat sebuah terobosan kejujuran berupa menampilkan lalu lintas anggaran internal KPK. Nantinya dari display ini semua orang akan tahu seperti apa anggaran KPK itu digunakan dan untuk apa saja. Bukan hanya di internal KPK, saya juga akan mengusulkan proyek DLA ini kepada kementerian-kementerian dan juga kepada presiden RI untuk diterapakan secara nasional.










 5.    BuJur (Bulan Jujur)
Acara ini akan dijadikan sebagi agenda triwulanan KPK. Acara ini akan dikemas dalam suatu kompetisi kejujuran, kedisiplinan, dan juga tauladan. Acara ini bisa berisi kompetisi tepat waktu (prosentase kehadiran tepat waktu jajaran), kompetisi ilmiah kejujuran, kompetisi inovasi kejujuran, dll. Acara yang diikuti semua institusi pemerintah ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan penilaian baik oleh KPK, maupun badan-badan terkait yang mengikuti BuJur ini. Hasil penilaian ini bisa dijadikan landasan untuk menjadi lebih baik kedepannya. Selain sebagai agenda triwulanan, pada akhir tahun akan diadakan BuJur Nasional. Acara ini lebih mengarah kepada humas dan pengabdian masyarakat. Seperti seminar, workshop, bakti lingkungan, bakti sosial, dsb.

 6.    GAK (Gerakan Anti Korupsi)
Meskipun sudah banyak gerakan-gerakan anti korupsi yang dilakukan masyarakat, tapi disini saya akan mencoba menyatukan dan mewadahi gerakan ini dalam suatu perkumpulan. Sehingga di harapkan gerakan ini mempunyai payung hukum yang jelas sehingga bisa turut serta bersama KPK dalam upaya memberantas korupsi menuju Indonesia Putih.




7.    Independen
Sebenarnya rencana yang satu ini sudah sejak lama di upayakan oleh para pemimpin KPK terdahulu. Karena hal ini belum terwujud sepenuhnya maka saya bertekad untuk mewujudkan independensi dalam tubuh KPK. Sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman dalam penanganan kasus korupsi antara badan hukum yang satu dengan yang lain di kemudian hari ketika KPK menangani suatu kasus korupsi.



8.    SMT (Sistem Monitor Terpadu)
Kalau kita hanya tahu KPK hanya mengawasi, maka disini saya akan membuat suatu sistim mengawasi dan diawasi. Disini KPK bukan hanya mengawasi badan-badan atau pihak yang terlibat korupsi, tetapi mereka juga berhak mengawasi kinerja KPK. Rutin tiap bulan atau triwulan kita akan memberikan laporan berupa hasil audit atau berupa hasil kerja KPK kepada pihak-pihak yang terdaftar sebagai pengawas KPK. Dari sini akan timbul suatu hubungan baik, se-visi, se-misi, dan bisa saling bersinergi satu sama lain. Kalau sekarang sudah ada “Indonesia Memantau” maka di kepemimpinan saya nanti ada “Indonesia Bersinergi”.


9.    SOLO (Solusi On Air)
Proyek kesembilan saya adalah solusi on air. Proyek ini sama seperti layanan pengaduan KPK, tapi disini saya akan memberikan fasilitas tambahan. Fasilitas tersebut berupa layanan pengaduan 24 jam, layanan konsultasi, layanan perlindungan, dan layanan darurat.
Layanan konsultasi disini maksudnya adalah KPK memberikan kesempatan bagi siapa saja baik pelapor maupun pelaku kasus korupsi untuk berkonsultasi secara realtime dengan KPK. Nantinya layanan ini akan di tangani oleh operator sekaligus motivator berpengalaman. Melalui layanan ini diharapakn para pelapor mendapat solusi atas ketakutan yang dihadapinya karena melaporkan kasus kriminal. Begitu juga dengan pelaku, akan mendapat pengarahan dari KPK untuk menyelesaikan masalah kriminal yang melibatkan dirinya tentunya penanganan ini sesuai dengan jalur hukum. Pelaku yang dengan sadar melapor kepada KPK baik melalui SOLO atau langsung KPK akan mendapat pertimbangan atas keringanan hukuman jika dirasa perlu.
Layanan perlindungan akan memberikan perlindungan semaksimal mungkin kepada pelapor jika pelapor merasa mendapat ancaman atau gangguan setelah melaporkan kasus kriminal tersebut. KPK sesegera mungkin akan menghubungi pihak berwenang untuk memeberikan perlindungan atau bisa langsung oleh anggota KPK.
Layanan darurat ini ditujukan kepada calon pelaku korupsi. Istilah singkatnya layanan ini diperuntukkan bagi setiap individu yang ingin melakukan korupsi namun masih muncul keraguan, KPK bersama motivator dan konsultan terlatih akan mencoba mengarahkan orang terssebut untuk mengurungkan niatnya melakukan korupsi dan menjauhi tindakan tersebut melalui pendekatan secara psikologis.


10.    Museum KPK
Berlatar pada pendidikan anti korupsi maka saya akan mendirikan museum KPK. Disini akan menampilkan behind the scene kerja KPK serta komisi pemberantasan korupsi lain diseluruh dunia. Dengan diorama, foto, dan film maka disini akan ditampilkan bagaimana KPK bekerja memberantas korupsi dari mengumpulkan bukti hingga menggiringnya ke meja hijau. Selain itu museum ini juga akan menampilkan seperti apa dampak, kerugian, dan hukuman yang diberikan kepada pelaku korupsi dari jaman belanda hingga sekarang dan dari seluruh dunia. Tanpa sensor apapun maka disini dipampang jelas siapa pelakunya dan juga instansi yang terlibat. Dengan demikian cara ini diharapakana akan memberikan dampak psikologis kepada pelaku korupsi, mafia hukum dan juga masayarakat. Museum ini juga nantinya akan dilebur dengan perpustakaan KPK. Dengan rancangan konsep yang berbeda perpustakaan ini akan mengsusung tema “Integritas Jati Diri Indonesia”. Nantinya perpustakaan ini akan menjadi perpustakaan hukum dan pusat kejujuran terbesar di ASIA.
Setuiap minggu akan rutin digelar pertunjukan drama treatikal yang mengusung pesan moral anti korupsi. Jadi disini sosialisasi dan penanaman mindset anti korupsi bukan hanya melalui komunikasi dan media tapi juga budaya.

Selesai sudah proyek kerja yang saya akan wujudkan ketika menjadi ketua KPK nanti. Saya berharap meskipun saya belum dianggap mampu membawahi KPK saya sangat berharap ide ini bisa dijadikan rujukan untuk KPK yang lebih baik. Dengan bangga saya mempersembahakn impian raelita saya ketika menjadi pemimpin KPK kelak
“MEGA PROYEK MENUJU INDONESIA PUTIH”







11/15/12

Mega Concept Indonesia Mandiri

Mega Concept Indonesia Mandiri
Mega Concept Indonesia Mandiri

Sudah sejak lama gaung untuk untuk mewujudkan Indonesia Mandiri terdengar. Tapi sampai saat ini hal itu masih belum terwujud sepenuhnya. Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang menghambat jalan untuk menuju Indonesia Mndiri tersebut, baik itu karena faktor internal maupun faktor eksternal. Bisa saya contohnkan salah satunya adalah masalah pangan, misalnya kedelai. Dengan luas Indoensia yang sedemikian besar, pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri pun masih harus di suplai dari luar negeri. Memang bukan sepenuhnya ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kedelai itu harus disalahkan oleh salah satu pihak saja. Kita pun juga turut andil atas masalah tersebut. Berapa hektar lahan yang seharusnya menjadi lahan pertanian harus beralih menjadi pusatnya bisnis properti, perhatian akan nasib petani yang kurang, permainan para pelaku tengkulak yang seenaknya menetapkan harga dengan berbagai alasan yang menjerat para petani, di tambah lagi gejolak alam yang sekarang ini tidak menentu dan masih banyak lagi jika harus diruntut satu-persatu. 
Sekarang, sudah saatnya kita memikirkan suatu inovasi untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar mandiri. Suatu mega konsep ini harus mampu menjadi garis besar atas semua permasalahan yang ada di Indonesia, baik itu sosial, ekonomi, ataupun budaya. Mega konsep ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama merupakan suatu penanaman mindset, dan tahap kedua adalah merealisasikan hasil daripada mega mindset tersebut.

Tahap Pertama

  • Mega Mindset
Salah satu permasalahan yang ada dalam proses menuju Indonesia Mandiri adalah tidak adanya persamaan konsep antar satu pihak dengan pihak yang lain. Baik antara masyarakat-pemerintah, ataupun masyarakat-badan usaha. Sudah saatnya penyataun mindset ini dilakukan secara nasional untuk mewujudkan Indonesia Mandiri.
> Bersatu
Penanaman mindset persatuan ini masih menjadi dasar munuju Indonesia Mandiri. Satu hal yang menjadi alasan mengapa "Bersatu" menjadi mindset yang harus ditanamkan adalah keberagaman struktur sosial dan budayanya. Penanaman konsep ini penting mengingat banyaknya penduduk Indonesia dan juga wilayah yang terpisah-pisah. Hal ini lebih diperparah dengan pusat kegiatan ekonomi yang belum merata secara keseluruhan. Salah satu peluang terjadinya konflik dalam kehidupan bermasyarakat.
Beberapa langkah inovatif yang bisa dilakukan adalah :
  1. Meningkatkan frekuensi sosialisasi menuju Indonesia satu. hal ini bisa dilakukan dengan lebih memperhatikan suara masyarakat misalnya melalui kegiatan dialog rutin, kegiatan kompetisi yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
  2. Meningkatkan perhatian kepada masyarakat yang selama ini berada di daerah yang memiliki kesenjangan pembangunan ekonomi yang besar.
  3. Menanamkan nilai toleransi bermasyarakat melalui pendidikan moral sejak dini.
>Maju
Mindset maju bukan berarti kita hanya perlu melangkah kedepan tanpa berbekal apapaun. Maju disini maksudnya adalah maju secara konsep, ide, inivasi, kreatifitas, sifat, dan atau modal. Tapi mindset maju ini  merupakan gabungan dari empat elemen kekuatan dasar manusia. berdasarkan ajaran jawa dikatakan bahawa "Manunggaling Cipta, Rasa, Karsa, lan Karya" dimana ini merupakan kekuatan terbesar yang ada dalam diri manusia.
  1. Cipta. Menggambarkan kreatifitas, ide, dan gagasan yang tidak lain merupakan simbol dari pikiran atau cipta. Dimana dari pikiran inilah muncul ide, gagasan, dan kreatifitas. Dengan bekal ini kemantapan untuk lebih maju tak diragukan lagi sehingga peluang untuk menjadi yang lebih berhasil semakin besar.
  2. Rasa. Waspada, teliti, dan kehati-hatian merupakan rasa yang dimiliki setiap manusia. Rasa inilah yang menjadi bekal untuk maju dan menjadi modal untuk terhindar dari problem-problem menuju Indonesia mandiri.
  3. Karsa. Menggambarkan kehendak dan keinginan. Tanpa adanya keinginan untuk maju menuju Indonesia mandiri maka mustahil hal ini akan terwujud. Maka, dibutuhkan penyatuan mindset yaitu keinginan untuk mewujudkan Indonesia mandiri.
  4. Karya. Menggambarkan kemauan untuk bekerja keras
Keempat elemen atau sifat inilah bekal terbesar bagi manusia untuk siap maju mewujudkan Indonesia mandiri tanpa perlu khawatir semua permasalahan yang ada di depan.

>Berbudaya
Struktur sosial budaya nasional dan global saat ini sangat rentan dengan perubahan-perubahan besar yang terjadi. Maka, perlunya mindset yang berbudaya menjadi kunci untuk mencegah timbulnya suatu kondisi yang kurang kondusif untuk menuju Indonesia mandiri. pembangunan untuk menuju Indonesia mandiri harus memperhatikan betul-betul kondisi lingkungan saat ini. Pembangunan untuk menuju Indonesia mandiri harus mengamalkan budaya ramah lingkungan untuk mewujudkan eco-friendly yang berkelanjutan. Selain itu, mewujudkan Indonesia mandiri yang berkelanjutan haruslah juga memperhatikan aspek struktur budaya nasional Indonesia. Meskipun aspek-aspek seperti ini terlihat sepele, namun mindset "Berbudaya" baik itu berupa budaya cinta lingkungan, kedisiplinan, maupun budaya bermasyarakat menjadi faktor yang paling peka terhadap perubahan yang terjadi.
Jika kita menyinggung masalah Indonesia mandiri tentunya harus didukung dengan budaya mandiri di masyarakat. Seyogyanya budaya mandiri merupakan naluri dan insting yang ada di setiap individu. Jika melihat fakta yang demikian, pastinya langkah selanjutnya hanyalah sebuah permasalahan kecil. Kita hanya perlu memberikan sedikit insentif untuk membangkitkan rasa mandiri tersebut. Sebut saja program Wirausaha Mandiri yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Bank Mandiri. Dengan pancingan berupa modal usaha, mampu menciptakan wirausahawan yang mampu secara mandiri untuk membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Akhirnya tahap pertama ini menghasilkan sebuah landasan dasar yaitu "MEGA MINDSET" yang terdiri dari tiga elemen yaitu "BERSATU, MAJU, dan BERBUDAYA".



Tahap Kedua
>SD (Sumber Daya)
Setelah Mega Mindset berhasil diterapkan maka akan tercipta sumber daya manusia yang handal memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas. Hal ini akan membawa dampak pada pengelolaan SDA yang berbudaya. Sinergi yang terbentuk seperti ini akan membawa realisasi menuju Indonesia mandiri.
>Physic
Realisasi Indonesia mandiri merupakan bukti awal bahwa Indonesia mampu menjadi negara mandiri. Disinilah tantangan yang harus dilewati untuk menuju Indonesia mandiri yang sesungguhnya. Disinilah Mega Mindset benar-benar harus diterapkan dan di uji. Akan banyak hambatan dan kesulitan yang dihadapi untuk merealisasikan Indonesia mandiri dalam bentuk fisik. Contoh paling konkrit dan paling sering kita dengar adalah masalah pembebasan lahan, korupsi, dan konflik-konflik lain. Kembali lagi ke Mega Mindset, ingat selalu bahwa kekuatan manusia yang terbesar adalah Cipta, Rasa, Karsa, dan Karya. Dengan berpegang pada kekautan tersebut mulailah merinci permasalahan yang terjadi. Jangan mengambil kesimpulan pada garis besarnya saja. Karena sesungguhnya jawaban dari setiap permsalahan yang terjadi adalah keruwetan pada garis kecilnya bukan garis besar.
>Management
Jika sudah terealisasikan maka untuk membangun Indonesia Mandiri yang berkelanjutan diperlukan suatu manajemen yang rapi dan bersih. Rapi dalm arti mengutamakan profesionalitas bukan kekeluargaan dan bersih dalam arti tidak ada kongkalikong dalam birokrasi tersebut. Selain itu perwujudan "One Stop Problem Solving" menjadi bukti bahwa Indoensia mandiri menjadi sebuah standar internasional dan bukan nasional. Dimana tidak perlu berpanjang lebar untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi baik berupa permasalahan internal ataupun eksternal.

Selanjutnya, inilah perwujudan dari Indonesia mandiri yang sesungguhnya. Indonesia yang benar-benar baik secara individu, masayarakat, dan negara secara mandiri. Konsep ini disebut sebagi "MEGA CONCEPT INDONESIA MANDIRI" sebuah inovasi menuju.......




Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

9/17/12

Indeks Harga Konsumen - Pembahasan dan Perhitungan

Indeks Harga Konsumen (IHK) atau biasa disebut juga Consumer Price Index (CPI) secara sederhana merupakan perbandingan antara harga dengan suatu paket komoditas dari suatu kelompok barang atau jasa (market basket) pada suatu periode waktu terhadap harganya pada periode waktu yang telah ditentukan (tahun dasar). Jadi IHK/CPI ini mengubah harga berbagai barang dan jasa menjadi sebuah indes tunggal yang mengukur seluruh tingkat harga. Berdasarkan IHK inilah kemudian didapat besaran angka inflasi/deflasi, yaitu besarnya persentase perubahan IHK antar periode. Angka inflasi/deflasi mencerminkan kemampuan daya beli dari uang yang dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin tinggi inflasi maka semakin rendah daya beli dari uang dan dengan sendirinya semakin rendah pula daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa kebutuhan rumah tangga. Laju inflasi yang tidak terlalu tinggi akan membuat stabilitas tetap terjaga dan roda perekonomian dapat terus bergulir. Selain itu IHK juga digunakan sebagai :
  • Indikator untuk melihat fluktuasi harga yang terjadi.
  • Sebagai data dasar untuk perhitungan pendapatan nasional/regional.
  • Berbagai analisa harga dapat dipakai sebagai dasar perencanaan pembangunan sosial ekonomi lainnya.
 BPS selaku badan pemerintah yang bertugas mengeluarkan laporan IHK tiap bulannya menggolongkan/mengelompokkan barang konsumsi di Indonesia menjadi 7 kelompok, yaitu :
  • Bahan Makanan.
  • Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
  • Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar.
  • Sandang.
  • Kesehatan.
  • Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga.
  • Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan.
Pengelompokan ini diperlukan untuk mempermudah perhitungan rata-rata dari seluruh harga. Ada beberapa langkah dalam penghitungan IHK/CPI.
1.    Tentukan Market Basket-nya
Disini kita menentukan harga-harga barang yang paling penting bagi konsumen.
2.    Tentukan harga-harganya.
Menetapkan harga setiap market basket dalam satu periode.
3.    Hitung harga seluruh isi keranjang.
Menghitung jumlah harga keseluruhan isi keranjang barang dan jasa dari waktu ke waktu.
4.    Pilih tahun pokok dan hitung indeksnya.
Pilih tahun pokok yang digunakan sebagai patokan tahun-tahun lainnya. Penentuan tahun dasar berdasarkan beberapa kriteria berikut :
  • Tahun dengan kondisi perekonomian yang relatif stabil
  • Tidak terlalu jauh dengan tahun-tahun tertentu
  • Tahun di mana terjadi perubahan penting  
5.    Hitung laju inflasi.
Langkah terkahir untuk penghitungan IHK adalah menghitung laju inflasi yang terjadi.

Secara matematis rumus untuk menghitung IHK/CPI adalah :











7/20/12

Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 : One Vision One Identity One Community

   Menyongsong 2015 yang semakin dekat, Indonesia dihadapkan pada suatu tantangan yang cukup menguras tenaga. Persaingan sekaligus persatuan negara anggota ASEAN yang tercover dalam suatu wadah yang disebut Komunitas Ekonomi ASEAN. Program yang sejatinya telah disepakati sejak 2003 silam ini akan mencapai puncaknya pada 2015 mendatang. ASEAN Economic Community (AEC) 2015 merupakan rentetan dari 3 pilar utama komunitas ASEAN yaitu komunitas politik & pertahanan, komunitas sosial & budaya, dan yang terkahir adalah AEC.
    AEC sendiri bertujuan untuk menciptakan suatu kestabilan di kawasan ASEAN, kemakmuran bagi masyarakat ASEAN, dan meningkatkan daya saing di kawasan regional ASEAN dengan peningkatan lalu lintas barang, jasa-jasa dan investasi yang bebas, arus lalu lintas modal yang lebih bebas, pembangunan ekonomi yang merata serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi. Tidak berhenti sampai disini, AEC juga bertujuan untuk mempercepat liberisasi perdagangan di bidang jasa. Selain itu, AEC juga akan berdampak pada kondisi SDM ASEAN dimana pergerakan tenaga professional dan jasa lainnya bebas keluar masuk kawasan.
    Dalam tujuan-tujuan daripada ASEAN tersebut, beberapa kesepakatan sudah terbentuk, salah satu diantaranya adalah ACIA (Asean Comprehensive Investment Agreement). ACIA sendiri sudah berjalan pada 29 Maret kemarin. Ini merupakan satu dari tiga pilar utama perdagangan dalam AEC. Suatu perjanjian baru yang merupakan merger dari ASEAN Invesment Agrement(AIA) dan ASEAN Invesment Guarantee Agrement (AGIA) ini difokuskan untuk menyelesaikan liberalisasi perdaganga di ASEAN. Dari ACIA ini diharapkan membuahkan hasil berupa :

-    Prosedur pengajuan dan persetujuan penanaman modal akan lebih sederhana, sehingga potensi terbuangnya waktu akibat proses perijinan bisa diminimalisir.
-    Aturan, peraturan, dan prosedur yang jelas dan kondusif akan mampu memberikan perlindungan kepada para investor dan juga investasinya.
-    Penyamaan perlakuan terhadap semua investor khusunya pada beberapa hal. Seperti : Perijinan, pengambilalihan, pendirian, pengelolaan, perluasan, pengelolaan, pelaksanaan, penjualan atau pelepasan penanaman modal lainnya.
-    Penerapan liberalisasi investasi akan mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil, menengah maupun entreprise multinasional yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
-    Dari pertumbuhan ekonomi tersebut, akan menimbulkan efek domino yang juga akan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja baru.
-    Mewujudkan terciptanya kawasan modal terpadu antar negara anggota ASEAN.

    Meskipun demikian, perlu adanya kesiap-siagakan untuk mengantisipasi hal terburuk dari ACIA. Dengan penduduk kurang lebih 230 juta jiwa, maka siapa investor yang tidak tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. kekuatan konsumsi dari penduduknya akan mampu menahan berbagai guncangan ekonomi global. Tapi kendala lain muncul, kebutuhan tenga kerja yang semakin meningkat tidak dibarengi dengan skill yang memadai masih kurang. Hal ini akan memicu masuknya tenaga kerja dari negara lain untuk mengisi kekosongan skill tersebut. Maka, bisa dipastikan tenaga kerja Indonesia hanya akan berada pada posisi yang rendah.
    Bukan hanya distribusi tenaga kerja yang bermasalah, distrbusi pendapatan pun akan bermasalah. Dalam AEC nantinya jika penyetaraan pendapatan antara satu negara dengan negara lain tidak dilakukan maka akan terjadi mobilisasi tenaga kerja besar-besaran dan akan berpotensi memunculkan konflik ras.
    Meskipun Indonesia secara kasat mata belum siap, tapi mau tidak mau ini merupakan komitmen bersama yang harus dijalankan. Maka seyogyanya kita harus juga menyipakan diri untuk persaingan yang lebih ketat demi menjagakestabilan bangsa dan negara, serta kemakmuran bersama.

6/17/12

Sekilas Global Indonesia

Ekonomi dunia kali ini dihadapkan dengan tren bearish dan bullish yang terus bergerak aktif. Dalam rilis terbarunya mengenai pertumbuhan ekonomi dunia, World Bank memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi akan mengalami penurunan. Tak terkecuali Indonesia juga merasakan hal yang sama. Prediksi bank dunia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berhenti pada level 6,1%. Prediksi ini sedikit berbeda dengan prediksi pemerintah yaitu 6,2%. Dalam dilema ekonomi seperti ini, persiapan menghadapi krisis yang dibawa dari daratan Eropa menjadi sorotan utama pemerintahan. Bahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, pemerintah telah mempersiapkan dana siaga sebesar $5 miliar sebagai antisipasi atas imbas krisis dari Eropa. Bukan itu saja, samurai bond pun juga sudah siap menjadi dana siaga bagi pemerintah. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang krusial. Mengingat sebentar lagi Indonesia akan menghadapi  ASEAN community 2015. Berbagai program yang telah direncanakan terancam terhambat perkembangannya. Sebut saja program ASEAN Open Sky. Program yang telah lama direncanakan mengalami perlambatan dalam pengaplikasiannya. Apalagi Indonesia masih berada pada posisi ASEAN –x (ASEAN minus x) dimana istilah ini menunjukkan Indonesia belum siap dalam menghadapi Open Sky jika dilihat dari segi insfrastruktur. Disisi lain, potensi penurunan economic growth ini membawa dampak langsung pada ekspor-impor Indonesia. Sasaran pasar ekspor tradisional seperti Uni Eropa, Jepang, dan Amerika serikat dan pasar ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update yang dirilis oleh bank dunia menunjukkan adanya kontraksi pada pasar ekspor Indonesia. Penurunan ekspor terjadi sebagai dampak dari ekspansi ekonomi negeri tirai bambu. Kondisi ini semakin diperparah dengan semakin derasnya arus impor Indonesia. Baik itu dari kawasan ASEAN maupun Asia. Yang paling menonjol dari sekian produk impor yang masuk ke Indonesia adalah pada sektor agrikultur. Indonesia seakan-akan dihujani dengan produk-produk agrikultur yang notabene merupakan produk-produk pangan, sebut saja jagung, beras, kedelai, dsb. Padahal pada beberapa produk pertanian sudah mampu mencapai titik surplus, dan ini bisa menjadi peluang untuk membuka pasar ekspor bagi Indonesia. Jika hal-hal yang demikian dibiarkan maka bisa diprediksi sektor pertanian akan ambruk. Padahal sektor pertanian merupakan penopang pembangunan Indonesia mengingat ekonomi Indonesia yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga bahan pangan. Pemikiran paling sempit adalah seandainya impor produk agrikultur terus-menerus tanpa mengurangi kuotanya maka sama saja menghancurkan sektor agrikultur dalam negeri. Jika itu terjadi, maka pengangguran di Indonesia akan meningkat. Faktanya penyerap tenaga kerja terbesar adalah sektor pertanian yaitu sekitar 42,47 juta orang per juli 2011. yang lebih menimbulkan suatu kebingungan adalah dana untuk pengembangan sektor pertanian khusunya beras, dana yang dikucurkan untuk pengembangan untuk produk ini sebesar..... belum mampu secara optimal meningkatkan produksi sektor pertanian utamanya tanaman pangan. Jadi ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi disini terkait peningkatan produksi sektor pertanian sekaligus usaha peningkatan ekspor produk agrikultur sebagai upaya peningkatan persaingan pasar ASEAN dan benteng bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Image : jpmi.or.id   

6/6/12

MP3KI : Harapan Tertinggi Pengurangan Kemiskinan Indonesia

Seperti yang kita tahu, satu semester lebih MP3EI sebagai perwujudan ekonomi maju Indonesia 2025 berjalan. Enam koridor ekonomi yang tertuang dalam MP3EI disiapkan sebagai langkah sinergis pemerintah untuk ekonomi Indonesia kedepan. Sebagai bukti riil terhadap masyarakat telah banyak tenaga kerja yang bisa diserap oleh proyek-proyek MP3EI. Sebgai affirmative action yang pro-growth, Pro-poor, pro-job, dan pro-environment maka pada tanggal 19 Januari 2012 pemerintah meluncurkan program MP3KI sebagai langkah pendamping menghadapi emerging economy 2025 sebagai usaha penyerapan kemiskinan Indonesia.
MP3KI merupakan apresiasi dari program MP3EI. Program yang terintegrasi baik itu lokasi, program dan sasaran ini akan membidik mitra kerjasama P4(Public, Private, People, and Partnership) sebagai pemenuhan dasar dan peningkatan pendapatan. MP3KI ini mengusung empat klaster program diantaranya bantuan siswa miskin, jamkesmas, raskin, PKH, BLT, PNMP, KUR, rumah sangat murah, kendaraan angkutan umum murah, air bersih untuk rakyat, dan listrik murah. Program-program pengentasan kemiskinan seperti ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik dan juga mengurangi angka pengangguran.
Melihat rencana yang matang dari pemerintah terhadap program MP3EI ini maka sepertinya inilah kebangkitan dunia pasar tenaga kerja Indonesia. Untuk mewujudakan pertumbuhan yang tinggi, inklusif, berkeadilan, dan berkelajutan maka efek jangka panjang MP3KI akan menjadi penyeimbang program MP3I. Berbagai program dengan strategi yang telkah disiapkan sedianya mampu sedikit demi sedikit menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan amsyarakat kelas menengah ke bawah.

5/28/12

Open Sky : Siap atau Siaga

Tidak bisa dipungkiri lagi peningkatan kerjasama antar negara ASEAN sangat diperlukukan mengingat pertumbuhan ekonomi dunia yang saat ini terus mengalami  penurunan. Salah satunya adalah kerjasama bilateral yang meningkat menjadi kerjasama multirateral, yaitu ASEAN Open Sky. Konsep kerjasa sama dalam bidang aviasi yang digagas oleh Singapura ini sesungguhnya telah berlangsung sejak lama. Sejak penandatanganan oleh menteri transportasi ASEAN di manila sekitar tahun 2007, program ini rencananya akan mulai dilakukan tahun 2010. Karena ada kendala terkait insfrastruktur dan Indonesia masuk dalam daftar negara minus X, maka program ini mundur dari rencana awal menjadi 2015. Konsep kerjasama ini adalah ditiadakannya pembatasan kuota dan rute penerbangan. Sehingga maskapai di kawasan negara ASEAN bebas memilih rute di negara-negara tujuan sesuai dengan bandara Internasional yang ada. Kuota penganggkutan penumpang negara tersebut pun tidak dibatasi.
    Jika dilihat dari segi politik, dugaan bawasanya program ini membawa bendera politik bisa dikatakan benar. Tentu sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia, peningkatan kinerja serta citra dari pemimpin bangsa selalu saja terlihat lebih aktif pada masa akhir kepemimpinan. Ini bisa dikaitkan dengan masa bakti presiden Indonesia yang sebentar lagi akan segera selesai. Jika dipandang dari segi ekonomi, ditiadakannya pembatasan rute dan kuota penumpang akan membawa dampak semakin meningkatnya volume penerbangan. Jika kita berbicara mengenai ekonomi pasti ada hubungannya dengan tenaga kerja, sudah jelas pengangguran akan semakin menurun. Persaingan di dunia bisnis penerbangan juga akan semakin ketat. Hal ini akan memacu masing-masing maskapai untuk meningkatkan kinerja sekaligus armadanya. Jika mereka tidak ingin kehilangan pangsa pasar ASEAN, maka mau tidak mau mereka harus mengikuti tren yang ada. Jika dilihat dari sisi keamanan, mungkin saja pihak imigrasi harus bekerja ekstra dan lebih berhati-hati. Penyelundupan barang-barang ilegal mudah saja terjadi dan bukan hal mustahil jika Indonesia menjadi tujuan utama penyelundupan barang-brang tersebut. Kekutan militer Indonesia jika dilihat dari segi alat pertahanan masih belum cukup melindungi area udara Indonesia.  Menjadi sesuatu yang krusial jika Indonesia maju menjadi bagian dari ASEAN open sky.
    Sebagai negara open economic, open sky seperti menjadi hal yang wajib. Dampak dari Open Sky yang patut mendapat sorotan adalah Singapura. Negara paling maju di ASEAN ini telah lebih dulu melakukan perjanjian open sky, utamanya Uni Eropa dan Amerika. Yang perlu diwaspadai adalah konspirasi di balik meja dari ketiga negara tersebut dan perannya di ASEAN. Melalui singapura, bisa saja AS atau Eropa melakukan konspirasi terselubung untuk menguasai wilayah ASEAN dan ini juga akan mengancam Indonesia. Apalagi isu lepasnya papua dari Indonesia menajadi incaran AS dan Eropa sudah banyak dibicarakan.
    Melihat fakta-fakta diatas, sepertinya kurang etis menyetujui sesuatu yang belum jelas arah dan dan dampak jangka panjangnya, serta resiko yang dimiliki dari perjanjian tersebut. Apalagi kurangnya sosialisasi dari kebijakan Open Sky ini masih kurang. Mungkin orang awan akan setuju jika pembahasan yang disampaikan hanya sebatas keuntungan di bidang ekonomi. Lalu, bagaimana pendapat mereka jika semua tabir kerusakan dari kebijakan ASEAN open sky di buka di mata mereka? Masihkah Mereka Setuju?

Disqus for Economic Watcher